5 Jenis Pelatihan dan Pengembangan Karyawan Yang Wajib Diadakan Perusahaan dan Organisasi

by -4,279 views
pelatihan dan pengembangan karyawan

Istilah pelatihan dan pengembangan karyawan mestinya sudah tidak asing lagi di telinga teman-teman semua, khususnya jika kamu bekerja di perkantoran. Ya, untuk meningkatkan performa dan produktivitas karyawan, para karyawan memang sebaiknya mengikuti beberapa program pelatihan. Program-program pelatihan ini tidak hanya demi memberikan keuntungan pada perusahaan tetapi juga memberikan  kesempatan kepada para karyawan untuk terus mengembangkan diri.

Sayangnya, sebagian orang menganggap program pelatihan karyawan tidaklah begitu penting. Bagi para karyawan, sebagai contoh pelatihan karyawan bank, kegiatan pelatihan atau training dianggap membosankan dan membuang waktu. Sementara itu, bagi pihak perusahaan sendiri, kegiatan training memang memerlukan anggaran yang cukup besar dimulai dari menyewa mentor hingga dana untuk makan dan snack. Sehingga, pihak petinggi perusahaan itu sendiri sering berpikir 2 kali, apakah kegiatan pelatihan karyawan benar-benar diperlukan.

Kalau kamu termasuk salah satu dari mereka yang menganggap program pelatihan tidak terlalu penting, sebaiknya kamu menggali lebih dalam tentang beberapa manfaat yang bisa diperoleh. Manfaat-manfaat tersebut tergantung pada jenis pelatihan yang diadakan. Berikut ini, akan dijelaskan beberapa jenis pelatihan dan cara meningkatkan potensi karyawan serta manfaat yang bisa diperoleh.

Pelatihan Teknis

Salah satu jenis pelatihan yang cukup sering diadakan oleh perusahaan adalah pelatihan teknis. Pelatihan teknis merupakan jenis pelatihan dimana para karyawan diajarkan untuk menggunakan berbagai peralatan di dalam perusahaan sesuai dengan bidang keahlian mereka. Misalnya, kalau kamu bekerja menjadi teknisi di sebuah perusahaan otomotif, maka kamu akan diajarkan untuk menggunakan alat-alat dan mesin yang tersedia, misalnya car lift, dongkrak, kompresor, dan lain sebagainya.

Dalam suatu pertanyaan tentang pengembangan karyawan, sering ditanyakan tentang bagaimana jika para karyawan sudah mahir dan ahli dalam mengoperasikan segala macam peralatan tersebut. Misalnya jika kamu mengambil kuliah atau kursus di bidang otomotif, pastinya cara penggunaan alat-alat dan mesin yang berkaitan dengan bidang ini sudah di luar kepala.

Nah, perlu diketahui jika teknologi semakin berkembang dengan sangat cepat. Suatu alat dalam perusahaan juga akan terus mengalami perkembangan dalam hal kinerja dan juga fitur. Jika beberapa tahun yang lalu, mesin-mesin perusahaan masih dioperasikan secara mekanik, maka di era yang semakin modern seperti saat ini, ada banyak jenis peralatan yang digunakan secara digital.

Bagi para karyawan muda dan fresh-graduate yang cenderung lebih melek teknologi, hal ini pastinya lebih mudah diterima. Namun, bagi para karyawan senior atau bahkan sudah berumur, tentunya pelatihan teknis sangat diperlukan sehingga mereka tidak ketinggalan jaman serta mampu produktif di dalam perusahaan.

Pelatihan Kualitas Produk

Jenis-jenis pelatihan karyawan yang kedua berkaitan dengan kualitas produk atau jasa yang dijual. Untuk bisnis atau perusahaan yang fokus pada kegiatan produksi, maka kualitas produk adalah segalanya. Produk yang berkualitas adalah daya tarik utama untuk para konsumen. Sehingga, para karyawan yang bekerja di bidang ini perlu dilatih agar kualitas produk dan jasa tetap terjaga. Apalagi, ada banyak kompetitor di luar sana yang siap-siap mengambil alih pangsa pasarmu.

Lalu, seperti apakah contoh materi pelatihan karyawan untuk kualitas produk? Di dalam pelatihan ini, karyawan dibiasakan untuk selalu menggunakan bahan produksi yang sudah ditentukan serta mematuhi prosedur produksi, biasanya terkait dengan berapa lamakah, dalam suhu berapakah suatu produk dibuat dan sebagainya. Selain itu, dalam pelatihan dan pengembangan karyawan, juga harus melakukan pengecekan terhadap rasa, kegunaan, atau khasiat suatu produk demi menjaga kualitasnya.

Secara umum, kualitas produk mengacu pada poin-poin standarisasi yang diterapkan oleh sejumlah organisasi. Yang paling terkenal adalah International Organization for Standardization (ISO). Selain memberikan indikator-indikator kualitas produk, organisasi ini juga memberikan sertifikasi pada produk yang layak jual.

Pelatihan Hard SkillĀ 

Jenis pelatihan yang ketiga adalah pelatihan keterampilan atau hard-skill. Tujuan pengembangan karir pegawai di bidang ini adalah untuk menjamin para pegawai untuk benar-benar mahir dan mumpuni dalam melakukan bidang pekerjaannya. Kalau kamu bekerja sebagai chef di sebuah restoran atau hotel berbintang, tentunya kamu harus benar-benar bisa memasak.

Lebih dari itu, ada micro skills yang perlu dikuasai seperti mengenali bumbu-bumbu pada masakan yang sudah jadi, menggunakan berbagai jenis alat masak yang rumit sekalipun, mengetahui pantangan-pantangan dalam menyajika masakan dan lain sebagainya.

Salah satu pertanyaan tentang pelatihan karyawan, untuk apakah kegiatan ini jika karyawan yang dipekerjakan sudah benar-benar terampil? Tentu saja, seorang chef handal pastinya sudah menempuh pendidikan khusus sebelum melamar pekerjaan. Namun, program pelatihan keterampilan sangatlah penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengolah masakan. Apalagi, jika ada menu-menu baru yang akan ditambahkan ke dalam daftar.

Pelatihan Soft Skill

Selain pelatihan hard skill,yang tidak kalah pentingnya adalah pelatihan soft skill. Dalam hal ini, pengembangan tenaga kerja adalah mengacu pada perilaku-perilaku seperti cara bersikap dan bertutur kata kepada para pelanggan, kedisiplinan, keuletan, kepekaan sosial, dan lain sebagainya.

Jika kamu berpikir keterampilan dan pengetahuan yang luas saja cukup untuk menjadi karyawan yang berprestasi, maka kamu salah. Soft skill juga sangat berperan penting dalam karirmu baik pada saat menjadi karyawan biasa maupun setelah menjadi atasan. Bahkan, kesuksesan sebuah perusahaan juga tidak terlepas dari kemampuan soft skill dari orang-orang yang ada didalamnya.

Proses pengembangan tenaga kerja di bidang soft skill sendiri berbeda antara satu jenis pekerjaan dan yang lainnya. Ketika kamu bekerja di bidang marketing, maka, soft skill yang diperlukan adalah untuk lebih dekat dengan masyarakat serta memotivasi mereka untuk membeli produk yang dijual.

Berbeda lagi, jika kamu adalah seorang pegawai di hotel. Bagaimana cara memperlakukan tamu sesopan dan senyaman mungkin sangatlah penting sehingga mereka betah. Maka, tidak heran jika pelatihan soft skill juga disebut dengan pelatihan etika.

Pelatihan Hukum

Maraknya karyawan yang mendapatkan laporan hukum dari klien akhir-akhir ini membuktikan bahwa pengetahuan masalah hukum sangat penting di dunia kerja. Setidaknya, para karyawan memiliki insight tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan terkait pekerjaan mereka.

Misalnya, seorang administrator bisa saja mendapatkan laporan perbuatan tidak menyenangkan, hanya karena merespon pelanggan dengan kurang ramah. Atau, ada seorang petugas marketing yang tidak sengaja menyebarkan percakapan dengan pelanggan sehingga dapat dikenai pasal UU ITE. Pada awalnya, mungkin si petugas marketing hanya bermaksud curhat dengan temannya. Namun, kemudian oleh temannya disebarluaskan hingga muncul masalah baru.

Ya, hal yang umum dilakukan bisa jadi sebenarnya bertentangan dengan hukum di Indonesia. Maka, pelatihan dan pengembangan pegawai dalam hal hukum juga sangat diperlukan di beberapa bidang pekerjaan misalnya perpajakan, pendidikan, dan kesehatan. Pasalnya, aturan-aturan yang terdapat di dalamnya seringkali berubah. Sebaiknya, perusahaan melakukan pengenalan terhadap aturan-aturan baru yang baru saja diterapkan untuk mencegah masalah-masalah yang tidak diinginkan dalam bentuk pelatihan dan pengembangan karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *