6 Permasalahan Dalam Pelatihan dan Pengembangan SDM, yang Mungkin Tidak Disadari!

by -33,174 views
permasalahan dalam pelatihan dan pengembangan sdm

Tujuan dari dilakukannya program pelatihan dan pengembangan SDM ini, tidak lain untuk meningkatkan kinerja dari para pekerja itu sendiri. Tapi ada kalanya hasil dari program tersebut, tidak berjalan seperti sebagaimana mestinya. Yang artinya ada permasalahan dalam pelatihan dan pengembangan SDM tersebut. Ini yang harus dipelajari penyebabnya, agar mampu mengatasinya, dan kelak mampu membuat program pelatihan yang jauh lebih baik dan dengan hasil seperti yang diinginkan.

Pengertian pelatihan dan pengembangan SDM

Sebelum membahas tentang permasalahan yang kerap terjadi pada program pelatihan dan pengembangan SDM. Tidak ada salahnya jika kamu mengenal apa itu pengertian pelatihan dan pengembangan karyawan itu sendiri.

Adapun pelatihan dan pengembangan karyawan adalah sebuah subsistem yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang nantinya akan menekankan pada sebuah perbaikan kinerja individu secara lebih baik, dari sebelumnya. Sudah tentu, subsistem ini penting, agar perusahaan besar mampu berjalan dengan lebih baik, dengan karyawan yang juga luar biasa.

Sedangkan pengertian pengembangan karyawan menurut para ahli, Misalnya saja William G. Scoot, adalah sebuah pelatihan / kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sebuah pemimpin, dalam mencapai efektivitas pekerjaan secara individual secara lebih besar, selai itu mampu membuat hubungan antar pribadi dalam sebuah organisasi jadi lebih baik. Bahkan mampu membuat organisasi jadi lebih baik, dari sebelumnya.

Macam-macam masalah dalam pelatihan dan pengembangan SDM

Seperti yang dijelaskan di atas, ada kalanya permasalahan dalam pelatihan dan pengembangan sdm, muncul. Hal seperti ini, kerap kali terjadi dan tidak disadari, hingga akhirnya proses evaluasi terjadi. Berikut adalah beberapa permasalahan yang dimaksud, dan bagaimana cara mengatasinya :

1. Selalu menggunakan Trainer / pelatih yang sama

Yang namanya program pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan, sudah tentu tujuannya untuk meningkatkan kinerja karyawan itu sendiri. Dalam hal ini, biasanya para perusahaan akan menggunakan jasa trainer, untuk melatih atau mendidik para karyawan yang ditunjuk.

Tapi yang tidak disadari adalah, banyak perusahaan yang cenderung menggunakan trainer yang sama, dengan metode pembelajaran yang juga sama. Mungkin selintas tidak masalah, namun justru hal tersebut, membuat pengetahuan para karyawan hanya seputar itu-itu saja, dan tidak ada peningkatan, terutama antar perusahaan.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, tidak masalah jika kamu menggunakan trainer yang sama, hanya saja metode pelatihan yang berbeda, dan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh pihak karyawan itu sendiri. Secara tidak langsung hal-hal seperti ini yang akan memberikan keuntungan dan meningkatkan kemampuan dari para karyawan dibanding perusahaan lainnya.

2. Program pelatihan yang sukar dimengerti

Kesalahan lain yang juga sering dilakukan dalam program pelatihan dan pengembangan sdm adalah, gaya bahasa, dan program pelatihan yang sukar dimengerti. Dalam hal ini adalah pihak pelatih.

Banyak dari para pelatih yang memberikan materi terbilang kaku, dengan gaya penyampaian yang tidak mudah dimengerti. Tentu saja hal tersebut, membuat proses belajar atau program latihan jadi kurang maksimal.

Untuk mengatasi masalah tersebut, sebaiknya cari pihak trainer yang mampu memberikan materi secara baik dan menarik. Sehingga membuat para peserta paham akan aneka materi yang disampaikan.

3. Target pelatihan mempunyai kinerja yang lebih rendah

Banyak dari kamu yang tidak menyadari, mengirimkan orang atau pekerja yang mempunyai prestasi atau mempunyai kinerja yang cukup tinggi, ke pelatihan umum. Selintas, hal seperti ini tidak jadi masalah. Tapi justru program pelatihan dan pengembangan karyawan ini jadi masalah bagi pekerja yang dikirim tersebut, karena dirinya ilmu yang akan diserap tidak banyak.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, ada baiknya jika kamu memilih para pekerja yang akan dikirim untuk melakukan program pelatihan. Mana para pekerja yang mempunyai kinerja standar dan mana para pekerja yang mempunyai kinerja tinggi. Pilih para pekerja dengan prestasi standar, pada program pelatihan yang lebih baik. Sebaliknya, untuk para pekerja yang mempunyai kinerja tinggi, pada program pelatihan yang jauh lebih tinggi lagi.

4. Program pelatihan saja tidak cukup

Program pelatihan, tidak ubahnya sebuah pelajaran yang akan diberikan pada seseorang. Jadi sudah seharusnya dilakukan secara menarik, agar siapapun yang belajar, jadi tertarik, dan mau belajar secara lebih menyenangkan.

Adapun cakupan pelatihan dan pengembangan sdm yang ada saat ini memang cukup beragam, namun terkadang kolot dan cenderung membosankan, sekaligus melelahkan. Kondisi seperti ini yang membuat para karyawan tidak benar-benar terstimulasi dalam program pelatihan tersebut, yang membuat program tersebut, jadi terkesan dipaksakan, bagi siapa saja yang mengikutinya.

Adapun solusi untuk mengatasi masalah seperti ini tidak lain adalah memilih trainer dan program latihan yang menarik, dan pastinya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para karyawan itu sendiri. Hasilnya para karyawan mau mengikuti program pelatihan tersebut, dan pastinya mampu memberikan hasil, dalam hal ini, kinerja yang baik, berkat pelatihan yang didapat.

5. Program pelatihan yang dilakukan, tidak optimal untuk belajar

Hal lain yang tidak banyak orang sadari adalah, banyak program pelatihan yang dilakukan perusahaan, dibangun atas prinsip pendidikan yang terbilang ketinggalan jaman. Dimana materi yang diberikan, terbilang sama dan terus berulang-ulang, tentu saja, hal ini tidak akan memberikan pengetahuan lain pada kamu atau para pekerja lain yang mengikuti program latihan tersebut.

Salah satu cara untuk meningkatkan pelatihan dan pengembangan sdm internasional, sebaiknya mulai ubah sistem pelatihan dan program pelatihan yang dipilih, mampu mendukung karyawan dalam mempelajari keterampilan dan ilmu baru, yang memang dibutuhkan, dan pastinya belum pernah dipelajari sebelumnya, secara lebih menarik, dan pastinya kaya akan informasi.

6. Program pelatihan tidak sesuai kebutuhan

Adapun kesalahan lain dalam proses pelatihan dan pengembangan karyawan yang juga umum dilakukan adalah, memberikan program pelatihan diluar kemampuan atau apa yang dibutuhkan oleh para karyawan itu sendiri.

Hal-hal seperti ini, tentu saja akan memberikan dampak buruk bagi para karyawan itu sendiri. Karena pastinya para karyawan tersebut tidak akan mengerti dan materi yang diberikan pun hasilnya jadi tidak maksimal. Walau tujuannya untuk memperkaya pengetahuan dari pihak karyawan, tapi tentu saja hal seperti ini hasilnya tidak maksimal.

Solusinya adalah, pihak organisasi, atau pihak perusahaan, seharusnya memberikan program pelatihan yang tepat, pada masing-masing peserta sesuai dengan kemampuan dan jenis pekerjaan yang memang digeluti. Program pelatihan yang diberikan, sebaiknya 1 level di atas pengetahuan yang dimiliki oleh para karyawan itu sendiri.

Dari ulasan di atas, tentunya dapat disimpulkan, bahwa untuk mengatasi permasalahan dalam pelatihan dan pengembangan sdm ini sebenarnya mudah saja. Asalkan kamu mau memeriksa aneka kebutuhan pelatihan dan pengembangan sdm yang ada pada masing-masing karyawan, dan memberikan pelatihan dan program pengembangan sesuai dengan yang dibutuhkan, maka hal-hal kesalahan dan permasalahan dalam program yang dimaksud, dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *