Apa Saja Faktor Produksi Kewirausahaan? Definisi dan Tujuan

by -293 views

Pernahkah Anda mendengar tentang produksi kewirausahaan? Dilansir dari HubSpot, produksi kewirausahaan terdiri dari empat faktor yang saling berkesinambungan. Keempat faktor tersebut adalah kewirausahaan, modal, bahan baku, dan tenaga kerja. Keempat faktor ini membangun proses produksi dalam kewirausahaan, agar mendapatkan keuntungan.

Lalu, apa saja faktor produksi kewirausahaan? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Faktor Produksi Kewirausahaan?

Dikutip dari Mekari Jurnal, faktor produksi kewirausahaan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menjalankan proses produksi. Dalam hal ini, proses produksi dibangun dengan empat faktor utama, meliputi sumber daya manusia, sumber daya fisik, sumber daya keuangan, dan sistem kewirausahaan atau sumber daya intelektual.

Faktor Produksi Kewirausahaan

Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, faktor produksi kewirausahaan dalam bahasa Inggris antara lain entrepreneurship, labor, capital, dan land. Keempat faktor ini memungkinkan seorang wirausaha untuk melakukan proses produksi. Proses produksi dilakukan untuk mencapai tujuan kewirausahaan, salah satunya adalah profit.

Berikut ini adalah keempat faktor produksi kewirausahaan:

1. Entrepreneurship atau Kewirausahaan

Sebuah proses produksi diinisiasi oleh seorang wirausaha. Wirausaha tersebut berusaha untuk membuat rencana produksi, inovasi produk, pengelolaan sumber daya, pengawasan proses produksi, dan mengambil keputusan strategis untuk memajukan perusahaannya. Jika manajemen produksi sudah berjalan, maka seorang wirausaha akan mengelola tiga faktor produksi lainnya.

2. Labor atau Tenaga Kerja

Setiap proses produksi tentu membutuhkan sumber daya manusia atau tenaga kerja. Namun, setiap proses produksi memiliki kebutuhan sumber daya manusia yang bervariasi, tergantung pada bidang perusahaannya. Contohnya, sebuah pabrik memilih menggunakan mesin sebagai pengganti tenaga kerja. Sedangkan dalam sebuah perusahaan, mengutamakan kontribusi dari setiap pekerja.

Setiap tenaga kerja pun dibagi berdasarkan lama jam kerja, dan peran-peran yang diambil selama bekerja. Misalnya, pekerja paruh waktu memiliki jam kerja 5 jam saja dalam sehari, tugas kerjanya pun sedikit dan mudah. Sedangkan pekerja penuh waktu bekerja 8 jam sehari dengan tugas penuh.

3. Capital atau Modal

Modal tidak hanya dalam bentuk uang tetapi juga sumber daya yang dimiliki. Misalnya, seorang petani memerlukan bibit padi, waktu dan tenaga untuk menanam padi, alat pengolah padi, dan kendaraan untuk menjual hasil panen padi. Semua itu adalah contoh sumber daya modal untuk melakukan proses produksi.

4. Land atau Bahan Baku

Bahan baku produksi meliputi segala hal yang tersedia di alam untuk diolah menjadi barang dan jasa. Bahan baku ini meliputi lahan, air, tanah, gas bumi, minyak bumi, sinar matahari, hutan kayu, ikan, tanaman, dan sebagainya. Sebagai contoh, bahan baku produksi ikan asin adalah ikan, garam, dan sinar matahari.

Tujuan Menerapkan Faktor Produksi Kewirausahaan

Faktor produksi kewirausahaan dapat berjalan baik jika dibarengi dengan tujuan produksi kewirausahaan. Tujuan-tujuan ini dapat meningkatkan nilai ekonomi, memenuhi permintaan pasar, dan mengembangkan suatu bisnis. Inilah beberapa tujuan produksi kewirausahaan yang perlu Anda ketahui:

1. Meningkatkan Nilai Ekonomi

Faktor-faktor produksi kewirausahaan saling menopang satu sama lain. Sinergi antara keempat faktor produksi tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi dari suatu bahan baku. Bahan baku yang diolah menjadi produk kemudian dipasarkan oleh tenaga kerja. Dengan menggunakan mindset kewirausahaan, proses produksi pun berlangsung hingga produk dan jasa sampai ke konsumen.

2. Mendorong Inovasi Ekonomi

Maraknya proses produksi membuat para wirausaha terpacu untuk menemukan diferensiasi produk. Inilah yang mendorong adanya inovasi ekonomi. Setiap produsen berlomba-lomba mendapatkan target pasar dan pelanggan. Persaingan ekonomi sehat pun bisa ditempuh dengan cara mengembangkan jenis produk baru, dan terus beradaptasi dengan perkembangan pasar.

3. Menciptakan Lapangan Pekerjaaan

Masifnya proses produksi akan membutuhkan lebih banyak faktor produksi sumber daya manusia. Sehingga, lapangan kerja padat karya pun tercipta. Setiap perusahaan yang sedang mengembangkan bisnisnya akan membutuhkan tenaga-tenaga kerja ahli sesuai kebutuhan perusahaan. Situasi ini baik bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

4. Membuka Peluang Daya Saing Nasional & Internasional

Faktor-faktor produksi yang dikelola secara efektif akan mengembangkan suatu bisnis secara signifikan. Setelah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan berhasil mengembangkan inovasi produk, suatu bisnis dapat mulai mengembangkan bisnis ke ranah nasional, bahkan mendapatkan target pasar baru dalam kancah internasional.

Itulah penjelasan singkat mengenai faktor produksi kewirausahaan. Keempat faktor produksi yang meliputi kewirausahaan, modal, bahan baku, dan tenaga kerja perlu dikelola dengan baik, agar perusahaan mendapatkan profit. Lebih jauh lagi, sebuah bisnis bahkan memiliki peluang untuk menguasai pasar nasional dan global, dengan mengoptimalkan faktor produksi kewirausahan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *